Tampilkan postingan dengan label KARYA ALUMNI DABO SINGKEP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARYA ALUMNI DABO SINGKEP. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2009

DABO SINGKEP Antara NOSTALGIA dan IMPIAN Dari LENSA DISKUSI KONSTRUKTIF

Siapakah ‘kita’ yang hadir di sini? Berada dalam ruang, waktu dan gerak yang tak sama tapi berpikir ke arah yang sama? Mengapa kita bisa seperti itu? Apakah karena kita berasal dari satu daerah yang sama ataukah karena kita tak mau dianggap bodoh jika hanya diam dan mengangguk kuat-kuat begitu satu ide dilontarkan: takut dianggap tak gaul alias tak berwawasan. Seperti itukah kita? Tentu saja tidak! Kita duduk di tempat berlainan, mengorbankan waktu dan sejuta kegiatan untuk memelototi layar komputer, menekan tuts demi tuts, merajut ide dan merangkai kata untuk saling berbagi - demi apakah semua itu? Apa yang ingin kita capai dengan semua pengorbanan itu?

Tiba-tiba banyak ide mengalir, banyak pemikiran bergulir dan hari-hari bergerak liar dalam diskusi demi diskusi tanpa tepi. Akan ke mana semua bermuara? Akan ke mana semua kata berlabuh dan akan ke mana kita palingkan wajah ketika letih singgah tak tertahan? Sebagian kata bergulir dalam nada-nada nostalgia, sebagian terajut dalam warna amarah dan dendam, pun tak kurang yang melayarkan kata-kata dalam ketakberdayaan akan sebuah kemenerimaan: satu-satunya yang bisa dilakukan. Tapi yang paling menggembirakan adalah masih banyak yang mendayung perahu impian. Mendayung perahu impian dalam imajinasi tentang sebuah pulau kecil yang disebut ‘small dot in the map’ dalam wacana konstruktif: indahnya andai small dot itu berubah menjadi red dot (meminjam istilah sutrisno saidi). Titik kecil berwarna merah: walau kecil tetap mampu untuk ikut bergerak dalam dinamika dunia yang tak ramah. Bukan pulaunya yang dituju tapi penghuninya. Apakah itu fokus dari semua bicara yang selalu bergema?

Tulisan ini hanyalah senarai dari sekian banyak pemikiran yang bergulir dalam beberapa bulan belakangan sejak website dan mailgroup bergulir di di tengah kehidupan rutin saya. Sebuah gairah dari dunia maya. Pembicaraan di ruang maya, yang coba untuk diwujudkan dalam realitas tak semu. Meskipun banyak sekali keterbatasan yang saya miliki, izinkan saya untuk ikut dalam revolusi pemikiran dan pembangunan ide-ide yang realistis.

DABO SINGKEP: IMPIAN ATAUKAH SEKEDAR NOSTALGIA?

Zaman keemasan memudar begitu cepatnya. Segala kemudahan berganti kegetiran dan keprihatinan yang terus menerus disesali. Tiap hari habis untuk meratapi puing-puing yang dulu begitu dibanggakan. Tak sadar bencana baru mengancam. Terjebak dalam romantisme masa lalu. Ketika pertama duduk diskusi kitapun sama: bernostalgia sambil reuni dengan teman dan sahabat lama.

Menyenangkan sekali. Tapi hidup adalah perjalanan yang tak pernah menunggu kita siap untuk menjalaninya. Berada di manakah kita seharusnya? Ada kata-kata bijak yang entah punya siapa: dalam hidup jangan pernah berhenti bermimpi karena ketika mimpi berakhir, hidup pun selesai. Jadi mari kita terus bermimpi tentang semua hal. Bermimpi tentang Dabo yang seperti Melbourne, Dabo yang seperti Malaysia dengan supermarket terapungnya ataupun Dabo yang kecil, tenang, tapi penuh manusia-manusia canggih dan luhur yang tak luntur karena materi.

Konsep mana yang akan kita pakai? Konsep berbasis nostalgia untuk mengejar dan mengembalikan kejayaan masa lampau? Ataukah konsep berbasis sejuta mimpi yang terus bergerak tak pernah usai? Kita bisa memilihnya dengan sangat bijak kalau kita tahu akan kemana melangkahkan kaki kita. Kita akan melangkah pasti jika kita punya visi dan profesionalisme yang tangguh. Punyakah kita kedua alat itu?

Paradigma nostalgia dan paradigma impian bukan suatu logika absurd. Mari kita bercermin dan bertanya pada hati kita: apa yang sebenarnya paling kita inginkan untuk memaknai sang hidup. Apa yang paling kita inginkan untuk berkarya sebagai bagian dari aktualisasi kehadiran kita sebagai sang khalifah di muka bumi ini? Dan mari kita duduk untuk saling mendengar ide naif, bombastis, revolusioner bahkan sampai pada ide-ide yang sarat ambisi pribadi. Semuanya wajar dan sah saja bukan? Mari kita saling merenung untuk memahami: saat ini ide-ide kita berada pada tataran apa? Tataran sekedar bernostalgia ataukah tataran impian-impian sederhana yang sangat mungkin diwujudkan jika kita punya goodwill untuk bergerak mewujudkannya.

APALAH ARTI SEBUAH NAMA

Bagian ini terilhami dari diskusi tentang nama organisasi yang akan dibentuk. Sebuah nama dalam pandangan saya tentu saja sangat berarti. Saya ingin mengajak berpikir dari sudut pandang yang lain: jangan pernah memandang rendah sebuah nama. Biarlah hanya William Shakespeare yang memandang nama tanpa harga dengan komentar: apalah arti sebuah nama. Kita tak perlu beramai-ramai latah mengikuti jejaknya.

Pada awal penciptaannya, malaikat mengakui eksistensi Adam karena kasus sederhana: Adam mampu menamai banyak materi sehingga karakteristiknya bisa dipahami dengan mudah. Apa makna yang dapat kita petik dari sini? Nama mencerminkan apa yang diwakilinya. Bukankah jutaan dollar dan milyaran rupiah sering dihabiskan hanya untuk menemukan satu kata yang mewakili eksistensi satu produk. Nama menjadi sangat penting karenanya dan dalam proses selanjutnya nama akan ikut menentukan eksistensi sesuatu: produk, situasi bahkan orang!

Apa hubungannya dengan organisasi yang akan dibentuk? Ide nama dan alasan penamaan organisasi yang dilontarkan oleh Sdr. Firdaus LN dari benua dingin yang tak menyejukkan (menurut beliau) dalam perspektif saya sangat representatif untuk mewakili eksistensi organisasi yang akan segera dibentuk (insyaallah). Mari kita tinggalkan mindset: menamai sesuatu hanya dari pertimbangan biar enak di lidah (melayu)!

Visi pengelolaan organisasi ini bukan seperti mengelola organisasi sosial apalagi panti asuhan. Dunia berubah setiap detik dengan kecepatan cahaya. Kita harus mengantisipasi sedini mungkin. Ketika suatu ‘brand’ kita keluarkan kita harus mempersiapkan brand itu untuk masa tak terhingga tahun. Substansi memang merupakan bagian yang penting, sehingga mengapa tak sekalian kita kemas substansi itu dengan bungkus yang juga bagus?

Bahasa Inggris adalah bahasa era globalisasi. Kita belum punya cukup power untuk berpaling dari arus globalisasi. Kalau kita bisa membiasakan lidah melayu untuk fasih melafalkan spelling Inggris setidaknya kita telah punya andil membuka cakrawala pikir orang-orang yang kelak akan bersinggungan langsung dengan organisasi ini. Dalam penafsiran saya, sdr. Firdaus tidak mempersiapkan organisasi ini hanya untuk setahun atau dua tahun tapi untuk eksis selama jutaan tahun, bahkan sampai kiamat dalam istilah beliau. Ide dasar ini sangat indah jika mampu kita tangkap dari perspektif profesionalisme. Salah satu wujudnya adalah persiapan kita untuk mengantisipasi perkembangan masa depan yang penuh ketidakpastian. Bukankah sebelum melihat isinya, publik akan menilai bungkusnya dulu?

Satu yang bisa saya ketengahkan adalah mari kita tinggalkan paradigma tradisional dalam mengelola sebuah organisasi. Kita tak harus mengesampingkan profit. Kita justru harus tegas memperhitungkan bagaimana proses ongoing organisasi ini dijalankan. Konsep countinous improvement setepat mungkin dapat dipakai dalam menjalankan organisasi ini. Dana adalah faktor terpenting selain komitmen pengelolanya. Dan organisasi ini jangan sampai menjadi seperti NGO yang menjamur akhir-akhir ini: menunggu belas kasih dari para donatur. Kita harus punya sumber dana operasional rutin yang tak pernah berhenti. Manajemen organisasi idealnya berbentuk manajemen organisasi bisnis. Tak ada volunteer yang mampu bertahan lama. Sebelum itu terjadi dan mengancam kontinuitas organisasi, kita harus berusaha untuk mengantisipasinya.

Kita memang hidup dalam dunia kata-kata. Walaupun semua ini hanyalah sebuah gagasan naif, ada kata-kata bijak yang tak bisa mudah diabaikan: pikiran yang diungkapkan selalu lebih mudah untuk didiskusikan dan dicari solusinya. Dari situlah saya mulai berkata-kata meski hanya sebutir debu diantara gagasan besar rekan-rekan semua. Langkah besar tak pernah tercipta tanpa langkah-langkah kecil bukan?

Mari kita satukan visi untuk menjadikan hari ini hari terbaik dalam sejarah hidup kita. Hari ini, kita tak perlu menunggu waktu-waktu yang tak pasti. Terima kasih untuk semua debat yang menyenangkan walaupun saya hanya baru bisa membacanya. Baru berada pada titik nol. Bravo untuk gagasan-gagasan para senior yang bahkan wajahnya tak saya ingat tapi sekali lagi: nama akan selalu dikenang walaupun tak pernah kenal orangnya. Karena itu nama menjadi sepenting udara!

Read More..

BI RATE TURUN SEBESAR 25 bps

Setelah mencermati dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan di dalam dan luar negeri, Bank Indonesia akhirnya kembali memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 7,5 %.

Perekonomian dunia masih diliputi ketidakpastian yang tinggi, meskipun akhir-akhir ini terdapat sentimen positif terkait dengan adanya kesepakatan G20 yang mendorong perbaikan di pasar modal dan pasar keuangan global.

Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia 2009 akan berada pada kisaran 3-4%. Meskipun mengalami perlambatan, pertumbuhan tersebut masih cukup tinggi apabila dibandingkan dengan prospek pertumbuhan negara-negara lain. Geliat ekonomi domestik akan ditentukan pula oleh berjalannya stimulus fiskal.


Tekanan inflasi terus menurun. Penurunan tekanan inflasi tersebut terutama disebabkan oleh masih berlanjutnya dampak dari penurunan BBM, produksi pangan yang diperkirakan membaik dan membaiknya ekspektasi inflasi. Tekanan dari harga-harga makanan yang bergejolak (volatile food prices) juga rendah seiring dengan terjaganya produksi pangan. Dengan perkembangan tersebut, inflasi 2009 diperkirakan dapat mencapai batas bawah kisaran 5% - 7%.

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia triwulan I-2009 lebih baik dari perkiraan semula. Volume ekspor beberapa komoditas unggulan seperti minyak sawit dan tembaga tetap menunjukkan kinerja yang positif. Sedangkan manufaktur memang mengalami penurunan, seiring dengan melemahnya permintaan global. Selama triwulan I-2009, neraca pembayaran diprakirakan mencatat surplus sebesar USD 3,5 miliar. Pada akhir triwulan I-2009, cadangan devisa tercatat sebesar 54,8 miliar dollar AS atau setara dengan 5,9 bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Kondisi perbankan nasional tetap terjaga baik. Rasio kecukupan modal masih cukup tinggi yakni 17,7% (Februari 2009) dengan Non-Performing Loans (NPL) relatif masih terkendali (NPL Gross sebesar 4,3%, NPL Net 1,6% per Februari 2009). Likuiditas perbankan, termasuk aliran likuiditas dalam pasar uang antar bank, makin membaik seiring dengan pengurangan segmentasi dan meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK). Pertumbuhan kredit dalam triwulan I-2009 masih rendah, namun diharapkan mulai meningkat dalam triwulan II ini. Dalam kaitan ini akan dilakukan sinkronisasi yang lebih intensif antara sumber pembiayaan fiskal dan perbankan dalam memperlancar pembiayaan proyek-proyek stimulus ekonomi.

Bank Indonesia akan senantiasa mencermati perkembangan yang terjadi di bidang ekonomi dan keuangan dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperkuat perekonomian domestik dan menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan.


Reposted from Hasrinaldi, SE. Asisten Kedai Bank Riau Pasar Pangkalan Kerinci



Read More..

WAFATNYA ERA KERAHASIAAN BANK

Era kerasahasiaan bank dan surga bebas pajak telah berakhir. Wafatnya telah diumumkan di London, Inggris, jum’at 3 Maret 2009 yll oleh pemimpin Negara-negara G20 include Indonesia, Uni Eropa dan Amerika Serikat yang merupakan negara-negara berkembang dan maju. Dan wafatnya era ini didasari dengan keinginan anggota komunike G20 untuk mengawasi pelarian dana kesejumlah tempat di berbagai Negara yang pemiliknya tidak bisa diketahui karena terikat kepada peraturan kerahasiaan perbankan ditempat tersebut. Informasinya tertutup rapat dan jelas saja dana-dana itu bebas pajak.
Kelompok 20 yang output ekonominya menguasai hamper 90% output ekonomi dunia itu segera mengumumkan tempat-tempat atau Negara-negara surge pajak seperti itu. Di industry keuangan dunia tempat-tempat itu bukan lagi menjadi rahasia karena diketahui sejumlah Negara Skandinavia, kawasan pasifik masih mengandalkan dana-dana kotor dari korupsi serta dana dari hasil kejahatan narkotika serta trafficking. Surga money loundering.
Dengan wafatnya era kerahasiaan maka tidak ada lagi tempat yang aman bagi uang-uang yang bisa menghancurkan perekonomian dalam seketika.
Kita perlu mengapresiasikan satu diantara sekian keputusan yang telah dilahirkan Negara-negara kelompok 20 ini, Indonesia dan Negara-negara lain akan bisa mengidentifikasi kejahatan pelarian dana dalam jumlah besar lintas Negara yang pemiliknya tidak bisa diketahui.
Seperti yang kita ketahui bahwa Money Loundering sebuah kejahatan yang marak dibicarakan didunia, seperti yang terjadi di Indonesia yang dikenal dengan Kasus BLBI_Bantuan Likwiditas Bank Indonesia yang aktornya kabur dan hidup nyaman diluar negeri bersama jarahannya yang uangnya disimpan dinegara-negara tertentu yang terikat aturan kerahasiaan bank.
Sehubungan dengan keputusan itu maka secara otomatis Indonesia terikat dengan regulasi dunia tersebut, Pekerjaan rumah pertama adalah merevisi UU Nomor 25 tahun 2003 mengenai Tindak Pidana Pencucian Uang, karena dipandang belum memenuhi prinsip internasional.
Dengan berlindung dibalik ketentuan kerahasiaan bank, secara tidak langsung perbankan terlibat dalam praktek Money Loundering.
Empat negara yang masuk dalam daftar hitam sebagai surganya penjahat pajak adalah Malaysia (Negara bagian Labuan), Filipina, Kosta Rika dan Uruguay. Mereka dianggap menolak kerjasama memberantas kejahatan pajak internasional. Di Organisasi Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) selain daftar hitam dikenal pula daftar abu-abu, Monako, Alpine, Singapura, Belgia, Brunai Darussalam, Chili, antiles (Belanda), Luxembourg, Bahamas, Bermuda Caymen di Kepulauan Karibia.
Sanksi tegas atas pembangkangan atau penolakan kerjasama adalah akan dikeluarkan dari keanggotaan Bank Dunia dan IMF. (Kompas.Com & Tribun Corner)

Reposted from Fivian Heldi Pimpinan Kedai Bank Riau Pasar Pelantar Tanjung Pinang
Read More..